Struktur Kurikulum

KURIKULUM PAUD MIFTAKHUL JANNAH GAYAMSARI

  1. Mengedepankan Pembelajaran "Belajar Sambil Bermain"
  2. Peserta Didik Diupayakan Sedini Mungkin Cepat Mandiri
  3. Pengembangan Bakat , Minat Melalui BCCT (Beyond Centers and Circle Time)

Struktur kurikulum Kelompok Bermain - Taman Kanak Kanak berisi sejumlah program pengembangan dalam rangka mencapai standar tingkat pencapaian perkembangan anak. Ruang lingkup Kurikulum PAUD MIFTAKHUL JANNAH GAYAMSARI berdasarkan Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang standar nasional PAUD dan Permendikbud No.146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD terdiri dari :

  1. Program pengembangan nilai agama dan moral mencakup perwujudan suasana belajar untuk berkembangnya perilaku baik yang bersumber dari nilai agama dan moral serta bersumber dari kehidupan bermasyarakat dalam konteks bermain.
  2. Program pengembangan fisik-motorik mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan kinestetik dalam konteks bermain.
  3. Program pengembangan kognitif mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan proses berpikir dalam konteks bermain.
  4. Program pengembangan bahasa mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan bahasa dalam konteks bermain.
  5. Program pengembangan sosial-emosional mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kepekaan, sikap, dan keterampilan sosial serta kematangan emosi dalam konteks bermain.
  6. Program pengembangan seni mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi seni dalam konteks bermain

Program-program pengembangan tersebut di atas dilaksanakan dalam rangka mewujudkan peserta didik yang kompeten. Kompetensi peserta didik pada Taman Kanak Kanak terdiri dari empat kompetensi inti yaitu pertama, kompetensi inti sikap spiritual; Kedua, kompetensi inti sikap sosial; Ketiga, kompetensi inti pengetahuan; Keempat, kompetensi inti keterampilan.

BAGAIMANA MENGAJAK BUAH HATI KE SEKOLAH?
our activities

BAGAIMANA MENGAJAK BUAH HATI KE SEKOLAH?

Untuk menyiapkan buah hati anda dalam memasuki sekolah, ada baiknya anda turut mempersiapkan mereka secara mental, tidak hanya secara finansial